Manasik Umroh
Tuntunan Ringkas
Persiapan Umroh dan tatacara
pelaksanaannya.
Syarat – rukun dan
wajib umroh
A. Syarat Umroh
• Islam
• Baligh (dewasa)
• Berakal sehat (tidak terganggu fikirannya)
• Merdeka (bukan budak belian)
• Istitho’ah (mampu)
B. Rukun Umroh
• (niat) ihram
• Tawaf umroh
• Sa’i
• Bercukur (tahallul)
• Dikerjakan secara tertib.
C. Wajib Umroh
• Niat umroh dari miqat.
• Tidak berbuat hal-hal yang haram/ memba-talkan niat.
D. Larangan selama dalam
keadaan ihram.
A. Untuk pria
• Memakai pakaian yang dijahit
• Memakai alas kaki yang menutup mata kaki.
• Sengaja menutup kepala sampai menyentuh
rambut (kecuali dalam keadaan yang sangat darurat).
B. Untuk wanita
• Menutup telapak tangan.
• Menutup muka.
C. Untuk semua
• Memakai wangi-wangian (kecuali yang sudah dipakai sebelum
niat ihram).
• Memotong kuku, mencukur/mencabut bulu /rambut
• Memburu atau membunuh binatang.
• Menikah atau menikahkan.
• Bercumbu atau bersetubuh
• Bertengkar, memarahi atau mengucapkan
kata-kata yang tidak senonoh/kotor.
• Memotong atau mencabut pohonan di tanah haram
Jika ada larangan di atas yang dilanggar maka ia
harus membayar dam (denda), yakni dari mulai memberi makan fakir
sampai menyembelih seekor kambing. Tanyakan kepada pembimbing
atau mutawif tentang besarnya dam yang harus dikeluarkan, jika
anda merasa melanggar larangan di atas.
E. Persiapan umroh.
1. Mandi sunnah, dengan niat untuk ihram.
2. Wudhu
3. Kenakan kain ihram (awas kena wangi-wangian)
4. Sholat sunnah ihram 2 rakaat (akan kita lakukan di mesjid bir
ali/atau dimiqat). Rakaat pertama dianjurkan membaca surat al
kaafirun dan rakaat ke dua membaca surat al ikhlas.
5. Niat umroh (labbaika allahumma umrata wa ahramtu biha)
6. Membaca talbiah sampai ke makkah/mesjid haram.
F. Tata cara umrah
1. Saat memasuki tanah haram (makkah) membaca doa
masuk tanah haram.
2. Ketika tiba di mesjid, membaca do’a melihat mesjid haram.
3. Ketika melihat ka’abah, membaca do’a
melihat ka’abah.
4. Memulai tawaf dari sudut hajar aswad, dengan cara mengelilingi
ka’abah sebanyak 7 keliling.
5. Setelah selesai tawaf, berdo’a di multazam.
6. Kemudian sholat 2 rakaat di makam ibrahim.
7. Ke sumur zam-zam untuk minum air zam-zam.
8. Ke bukit safa untuk memulai sai. Sai adalah berjalan dari safa
ke marwah sebanyak 7 putaran, dimana perjalanan dari safa ke marwah
dianggap satu putaran. Demikian juga perjalanan dari marwah ke
safa dianggap satu putaran. Jadi sai dimulai dari safa dan berakhir
di marwah.
9. Tahallul. Setelah selesai putaran ke tujuh di marwah dilakukan
pengguntingan rambut untuk menutup rangkaian umroh. Setelah tahallul,
maka seluruh larangan umroh di atas sudah halal untuk dilakukan.
10. Sholat dua rakaat di hijir ismail, dapat dilakukan sebelum
atau setelah sai.
F. Tawaf sunnah.
Dianjurkan kepada jamaah, selama berada di makkah
untuk memperbanyak tawaf sunnah kapanpun anda sempat. Tawaf sunnah
ini tidak dibatasi jumlah kelilingnya, yang penting dimulai dari
sudut hajar aswad, dan dalam kedaan berwudhu.
J. Tawaf wada
Tawaf wada ini bisa kita artikan sebagai tawaf pamitan.
Adapun tata caranya adalah sbb:
1. Tawaf wada dilakukan sesaat sebelum meninggalkan makkah.
2. Sama seperti tawaf umroh, tawaf wada juga dilakukan sebanyak
7 putaran, mulai dari hajar aswad dan berakhir di hajar aswad.
Yang membedakan dengan tawaf umroh adalah niatnya.
3. Tawaf wada tidak menggunakan ihram. Tapi tetap harus dalam
keadaan wudhu.
4. Bacaan dalam tawaf wada sama dengan bacaan tawaf lainnya.
5. Setelah selesai tawaf, sangat dianjurkan untuk berdoa di depan
multazam. Pada intinya, doa yang diucapkan berisi antra lain,
mohon ampunan dari allah, bersyukur kepada allah bahwasanya kita
sudah diberi kesempatan mengunjungi rumahnya, memohon kepada allah
agar kunjungan kita ini bukan kunjungan yang terakhir dan kita
mohon agar diundang lagi oleh-nya. Kita juga dapat berdoa agar
allah juga mengundang keluarga, sahabat, kenalan kita yang lain.
Akhirnya kita mohon agar diberi keselamatan di perjalanan hingga
sampai dirumah lagi.
6. Selesai berdoa, langsung kita keluar dari mesjid haram dan
jika dapat, tidak usah lagi menoleh kebelakang.
7. Setelah tawaf wada, tidak boleh lagi melakukan aktifitas yang
“berat”, seperti misalnya belanja lagi, atau tidur
lagi di hotel atau bahkan masuk lagi ke mesjid haram.
8. Bagi wanita yang sedang haid dan tidak/belum berhenti, karena
tidak bisa masuk mesjid, dianjurkan agar berdiri dihalaman mesjid
dan usahakan melihat kaabah dari luar, kemudian membaca do’a
(lihat poin 5). Untuk ini mintalah diantar oleh pembimbing atau
mutawif .
Silahkan Bapak dan Ibu lihat paket-paket
yang kami tawarkan dihalaman berikutnya.
Alamat –
Alamat Kantor kami dan Pusat Informasi
Kantor Pusat
Helutrans
Alhaadi Ziarah Tour :
Puri Sentra Niaga Blok A-5.
Jl. Raya Kalimalang - Jatiwaringin, Jakarta Timur 13620.
Telephone 6221 8660 1315 – 8660 1316. FAX
: 6221 862 6441.
Email: Customer Relation : tini@haztour.com
Hari Libur dapat menghubungi:
0811803002 (Nadjib Salim), 08151827750 (Tini).
CABANG MALANG: H. Hamzah Yusuf.
Jl. Sukarno Hatta DR, 15 Malang 65142. Telepon/Fax : (0341) 481
266 - 0815 5568 5655
CABANG SAMARINDA: H.
Abu Thalib ( MILDA TOUR), Tel. 0541 731377
Perwakilan dan Pusat Informasi :
Jakarta Barat : Bapak H. M. Nuh Tel:
548 3521 / 08187273401.
Jakarta Timur :Ust. H. Ansori Yakub,
Tel. 081 8802 503,
Bapak H. Acmad Turmudi, Tel 8445780
Jepara :KH. Abdul Wahab Tel: 0291 593376
/ 08122926912
Padang/Bukittinggi :Erizal Nur, Tel:
0813 6333 00909